Friday, January 12, 2018

Percakapan sangat singkat bahasa jerman

Percakapan sangat singkat bahasa jerman


A : hallo, guten morgen (hallo, selamat pagi)
B : guten morgen, wie geht es ihnen?(selamat pagi, apa kabar)
A : gut, danke. Und du?(baik, terima kasih. Dan kamu)
B : gut.(baik)

Sungguh singkat kan guys...
Sekian..thx

Kosakata bahasa spanyol (singkat)

Kosakata dalam bahasa spanyol (singkat)


Agua : air
Blanco : putih
Sonrisa : senyuman
Dulce : manis
Bonita : cantik
Tio : paman
Tia : bibi
El gato : kucing
Vamos : ayo
Escuchar : mendengarkan
Escribir : menulis
Estudiar : belajar
Amarillo : kuning

Thursday, January 11, 2018

Percakapan dasar dalam bahasa spanyol

Percakapan dasar dalam bahasa spanyol

A : hola!
B : hola!
A : ¿como te llamas? (Informal)
      ¿como se llama usted? (Formal/orang yang baru dikenal)
( siapa namamu?)
B : me llamo Gonzales y tu?
(Nama saya Gonzales, dan kamu?)
A : me llamo Siti, como estas?
(Nama saya Siti, apa kabar?)
B : bien.. y tu?
(Baik, dan kamu?)
A : bien tambien.. de donde eres?
(Baik juga, kamu berasal dari mana?)
B : soy de argentina, y tu ?
(Saya dari Argentina dan kamu?)
A : de madrid
(Dari Madrid)

Part 3 : kata/ kalimat dalam bahasa spanyol

Part 3 : kata/ kalimat dalam bahasa spanyol

Assalamualaikum...
Berikut kata/ kalimat dalam bahasa spanyol dibawah ini ya guys..
Azul : biru
Negro : hitam
Madre : mamah
Padre : papah
Novio/ novia : pacar
Cielo : langit
Pero : tetapi
El perro : anjing
Qué : apa
Porque : karena
Por qué : kenapa
A qué hora : jam berapa
El hombre : laki-laki
La mujer : perempuan
Aviòn : pesawat
Gracias : terima kasih
De nada : sama-sama
Nada : tidak ada

Sekian guys..
Segitu aja dulu kata/kalimat dalam bahasa spanyol nya.. gak papa dikit yang penting berikit wkwkwkk klo ada yg ingin ditanyakan, komen aja guys.. dan berikan kritik atau saran kalian guys..

Adios..

Part 2 : kata/ kalimat singkat dalam bahasa spanyol

Part 2 : kata/ kalimat singkat dalam bahasa spanyol

Mi corazon para ti : hatiku untukmu
Solo para ti : hanya untukkmu
(Yo) tengo novio : aku punya pacar
No puedo escucharte : aku tidak bisa mendengarmu
Yo puedo : aku bisa
No puedo dormir : aku tidak bisa tidur
Sì : iya
No : tidak
Amor : cinta
Cuando : kapan/ ketika
Estas soltera/soltero : apakah kamu jomblo
Por favor : please
Ayudame : tolong aku
Algo : sesuatu
Quieres algo : kamu ingin sesuatu
Tiempo : waktu
Frio : dingin
Dime : beritahu aku
Dame : beri aku
Donde estas : dimana kamu
Yo solo : aku hanya
Loca/loco : gila
Cuando estamos juntos : ketika kita bersama
Siempre : selalu

Sekian..tunggu kelanjutan kata/kalimat dalam bahasa spanyol berikutnya ya guys...
Sedikit- sedikit lama- lama jadi bukit
Adios...

Wednesday, January 10, 2018

Part 2 : belajar bahasa spanyol lewat lirik lagu Quédate Conmigo

QUÉDATE CONMIGO — PASTORA SOLER

Perdón si no supe decir
Maafkan aku jika aku tidak mengatakan
Que lo que eras todo para mí
Bahwa kau segalanya untukku
Perdón por el dolor
Maaf atas rasa sakitnya
Perdona cada lágrima
Maafkan setiap air mata
Yo sé que no merezco más
Aku tahu aku tidak pantas lagi
Pero si no tengo aquí, no sé vivir
Tetapi jika aku tidak memilikimu disini, aku tidak tahu bagaimana cara hidup
Quédate conmigo, no te vayas
Tetaplah bersamaku, jangan pergi
Perdóname si no supe amarte amor
Maafkan aku, jika aku tidak tahu bagaimana mencintaimu
No era mío el corazón
Hatiku bukan milikku
Quédate conmigo, quédate conmigo
Tetaplah bersamaku, tetaplah bersamaku
Si no estás no sale el sol
Jika kamu tidak disini, matahari tidak keluar
Ya no hay recuerdos del ayer
Tidak ada kenangan kemarin
Sólo las horas en tu piel, amándote
Hanya berjam-jam dikulitmu, mencintai dirimu
Quédate conmigo, no te vayas
Tetaplah bersamaku, jangan pergi
Perdóname si no supe amarte amor
Maafkan aku, jika aku tidak tahu bagaimana mencintaimu
No era mío el corazón
Hatiku bukan milikku
Quédate conmigo, quédate conmigo
Tetaplah bersamaku, tetaplah bersamaku
Si no estás no sale el sol
Jika kamu tidak disini, matahari tidak keluar

Sé que no te voy a olvidar
Aku tahu aku tidak akan melupakanmu
Si no supe amarte amor
Jika aku tidak tahu bagaimana mencintaimu
No era mío el corazón
Hatiku bukan milikku
Quédate conmigo, quédate conmigo
Tetaplah bersamaku
Si no estás no sale el sol
Jika kamu tidak disini, matahari tidak keluar
Y ahora que te veo marchar
Dan sekarang aku melihatmu pergi
Sé que no te voy a olvidar
Aku tahu aku tidak akan melupakanmu
Quédate conmigo, quédate conmigo
Tetaplah bersamaku
Si no estás no sale el sol
Jika kamu tidak disini, matahari tidak keluar


Sekian guys..gimana menurut kalian dalam kosakata yg terdapat dalam lagu ini..isinya indah bukan..hahahaaa. Ya lumayan lah dari lagu ini kita dapat kosakata tentang love nih..tunggu terjemahan lagu berikutnya ya guys..

Adios...

Haruskah akal dan wahyu selalu dipertentangkan?

Essay ujian akhir semester

Soal ujian yang dipilih:
Soal 1
Para teolog islam (disebut juga mutakallimun, ahli ilmu kalam) memperbincangkan persoalan kekuatan akal dan wewenang wahyu. Sebagian mereka memberikan penekanan pada wahyu, tetapi mengabaikan akal, tetapi sebagian lain sebaliknya, yakni memberikan peranan besar kepada akal dan memandang wahyu hanya pelengkap. Menurut anda, haruskah akal dan wahyu selalu dipertentangkan?
Nama : Salma Monica
Mata Kuliah : Teologi Islam (Pengantar)
Dosen : Asep Muhamad Iqbal, Ph.D.
Program Studi   : S1 Ilmu Quran dan Tafsir
Semester dan Tahun Akademik : 1, Ganjil 2017-2018
Tanggal dan jam pengiriman essay UTS ini : 30 Desember  2017, 13.00 (1 siang)

Pernyataan Tidak Melakukan Plagiarisme
Saya menyatakan bahwa semua bahan yang saya tulis dalam essay ini adalah karya saya sendiri. Hal-hal berupa gagasan, data, dan sebagainya yang bukan karya saya ditulis sebagai kutipan  (langsung atau tidak langsung) dengan rujukan yang benar kepada sumbernya. Saya mengerti bahwa bila tugas ini diketahui mengandung unsur  plagiarisme, maka saya bersedia menanggung konsekwensinya.
Nama : Salma Monica
Tanggal : 30 Desember 2017
Haruskah akal dan wahyu selalu dipertentangkan?

Oleh Salma Monica

Teologi sebagai ilmu yang membahas soal ketuhanan dan kewajiban-kewajiban manusia terhadap Tuhan, memakai akal dan wahyu dalam memperoleh pengetahuan tentang kedua soal tersebut. Akal, sebagai daya berpikir yang ada diri manusia, berusaha keras untuk sampai kepada diri Tuhan, dan wahyu sebagai pengkhabaran dari alam metafisika turun kepada manusia dengan keterangan-keterangan tentang Tuhan dan kewajiban-kewajiban manusia terhadap Tuhan.
Kalau kita selidiki buku-buku klasik tentang ilmu kalam akan kita jumpai bahwa persoalan kekuasaan akal dan fungsi wahyu ini dihubungkan dengan dua masalah pokok yang masing-masing bercabang dua. Masalah pertama ialah soal mengetahui Tuhan dan masalah kedua soal baik dan jahat. Masalah pertama bercabang dua menjadi pengetahuan mengetahui Tuhan dan kewajiban mengetahui Tuhan yang dalam istilah Arab disebut husnul ma’rifah Allah dan wujud ma’rifah Allah. Kedua cabang dari masalah kedua ialah: mengetahui baik dan jahat, dan kewajiban megerjakan perbuatan baik dan kewajiban menjahui perbuatan jahat atau ma’rifah al-husn wa al-qubh dan wujub i’tinaq al-hasan wa ijtinab al-qabih, yang juga disebut al tahsin wa al-taqbih.
Akal adalah suatu daya yang hanya dimiliki manusia, oleh kerena ia sajalah yang membedakan manusia dari makhluk yang lain. Akal pikiran merupakan suatu nikmat dari Allah yang tiada taranya diberikan kepada manusia. Dengan akalnya manusia berusaha mengatasi setiap kesulitan-kesulitan yang dihadapinya membuat perencanaan dalam hidupnya melakukan pengajian dan penelitian, yang akhirnya menjadikan manusia yang unggul di muka bumi ini.
Wahyu merupakan penolong bagi akal untuk mengetahui alam akhirat dan keadaan hidup manusia nanti. Wahyu juga memberikan kepada akal informasi tentang kesenangan dan kesengsaraan serta bentuk perhitungan yang akan dihadapinya. Dalam pendapatnya Harun Nasution menyatakan bahwa wahyu menjadi pemberi informasi kepada akal dalam mengatur masyarakat dalam mendidik manusia agar hidup dengan damai sesamanya dan membukakan rahasia cinta yang menjadi kententraman hidup dalam bermasyarakat. Wahyu juga membawa syari’at yang mendorong manusia untuk melaksanakan kewajiban.
Substansi akal bagi Ibn Thufayl menunjukkan perana akal dalam terhadap apa yang terjadi dengan alam sekitar. Wahyu pun bersubstansi sebagai informasi bagi akal untuk mencapai pengetahuan yang hakiki yakni tentang adanya Tuhan.
Sejatinya substansi dari akal memiliki peran lebih dari wahyu bagi manusia karena akal merupakan daya yang tertanam dalam tubuh manusia. Sedangkan wahyu hanya manusia yang dianugrahkan secara khusus untuk mendapatkan wahyu dari Tuhan.
Memang dalam pandangan filsafat akal banyak dipakai dan dianggap lebih besar dayanya dari apa yang diungkapkan teolog, sebab ini sesuai dengan pengertian filsafat ialah memikirkan sesuatu sedalam-dalamnya tentang wujud. Bagi filsuf, hubungan akal dan wahyu, antara filsafat dan agama tidak ada pertentangan. Walaupun telah terjadi berbagai hujatan bahwa filsafat bertentangan dengan agama, namun para filsuf berusaha dengan sekeras mungkin untuk menunjukkan bahwa filsafat pada prinsipnya tidak bertentangan dengan agama.
Hampir setiap filsuf islam berbicara mengenai akal dan wahyu, terutama al-Kindi yang pertama kali berpendapat bahwa akal dan wahyu atau filsafat dan agama tidak ada pertentangan. Dasar pemikirannya ialah bahwa keduanya mengandung kebenaran yang sama. Dalam pandangan al-Kindi filsafat ialah pembahasan tentang kebenaran yang sama. Dalam pandangan al-Kindi filsafat ialah pembahasan tentang kebenaran yang tidak hanya diketahui tetapi diamalkan.
Dengan demikian antara agama dan filsafat ada penyesuaian, yang mana keduanya membahas kebenaran dan kebaikan dengan membawa argumen-argumen yang kuat. Agama dan filsafat membahas subyek yang sama dan memakai metode yang sama, sehingga yang menjadi perbedaan hanya cara memperoleh kebenaran yakni filsafat dengan cara menggunakan akal sedangkan agama dengan wahyu.
Sejatinya argumen-argumen yang dibawa al-Qur’an memang lebih meyankinkan dari pada argument-argumen yang diajukan filsafat, tetapi hal ini bukan menjadi salah satu masalah dalam mencapai pengetahuan sebab diantara keduanya memiliki tujuan yang sama yakni kebenaran. Kebenaran yang diberitakan wahyu tidak berlawanan dengan dibawa  filsafat, sehingga mempelajari filsafat bukanlah hal yang dilarang Tuhan, sebab teologi merupakan bagian dari filsafat serta umat islam diharuskan belajar tauhid.
Al-Kindi juga mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu tentang kebenaran atau ilmu yang termulia atau tertinggi martabatnya, agama juga mengenai ilmu tetntang kebenaran daripada kebenaran itu sendiri, orang yang mengingkari kebenaran, dan oleh karenanya ia menjadi kafir. Dalam risalahnya yang ditunjukkan kepada Al-Muktasin ia menyatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang termulia serta terbaik dan yang tidak bisa ditinggalkan oleh setiap orang yang berfikir. Kata-katanya ini ditunjukkan kepada mereka yang menentang filsafat dan mengingkarinya, karena dianggap sebagai ilmu kafir dan menyiakan jalan kepada kekafiran. Sikap mereka inilah yang selalu menjadi rintangan bagi filosof Islam. Jadi, disini jelas bahwa menurut Al-Kindi antara akal dan wahyu atau dalam bahasa lain antara filsafat dan agama itu tidak ada pertentangan.
Filsuf Islam lain yang juga memiliki pandangan bahwa antara akal  dan wahyu atau antara filsafat dan agama tidak bertentangan yaitu Ibn Sina, menurutnya nabi dan filsuf menerima kebenaran-kebenaran dari sumber yang sama yakni jibril, biasa disebut sebagai akal aktif. Perbedaan hanyalah terdapat pada hubungan Nabi dan Jibril melalui akal dan materi, sedangkan filsuf melalui akal perolehan harus dengan usaha yang keras dan latihan yang berat, adapun Nabi memperoleh akal yang dayanya jauh lebih kuat dari akal perolehan. Karena daya yang kuat inilah oleh karena itu Tuhan hanya memberi daya tersebut kepada orang-orang pilihan-Nya.
Ibn Tufayl juga berpendapat bahwasannya akal dan wahyu itu tidak bertentangan, dengan konsep Harmonisasinya ia menunjukkan kalau akal dan wahyu itu tidak bertentangan. Dalam pencapaian pengetahuan tentang Tuhan terdapat dua jalan untuk mengenal-Nya, yakni, dengan jalan akal atau dengan jalan syari’at. Kedua jalan tidaklah bertentangan, karena akhir dari falsafat adalah pencapaian pada pengetahuan tentang Allah.
Harmonisasi filsafat Ibn Tufayl menggambarkan kepada manusia bahwa kepercayaan kepada Allah adalah satu bagian dari fitrah manusia yang tidak dapat disangkal dan bahwa akal yang sehat dengan memerhatikan dan merenungkan alam sekitarnya tentu akan sampai kepada Tuhan.
Sebagai kesimpulan akal dan wahyu tidak harus selalu dipertentangkan, karena beberapa filsuf Islam seperti Al-Kindi , Ibn Sina dan Ibn Tufayl memiliki pandangan bahwa antara akal dan wahyu tidak bertentangan. Terutama Al-Kindi yang pertama kali berpendapat bahwa akal dan wahyu atau filsafat dan agama tidak ada pertentangan. Dasar pemikirannya ialah bahwa keduanya mengandung kebenaran yang sama. Dengan demikian antara agama dan filsafat ada penyesuaian, yang mana keduanya membahas kebenaran dan kebaikan dengan membawa argumen-argumen yang kuat. Agama dan filsafat membahas subyek yang sama dan memakai metode yang sama, sehingga yang menjadi perbedaan hanya cara memperoleh kebenaran yakni filsafat dengan cara menggunakan akal sedangkan agama dengan wahyu.

Referensi
Buku reader/module teologi Islam dosen Asep Muhammad Iqbal 2015.
Sapei, Achmad. 2010. Akal dan Wahyu dalam Pandangan Ibn Thufayl. Jakarta: Universitas Islam Negeri.
Kartanegara, Mulyadi. 2006. Gerbang Kearifan : sebuah pengantar filsafat islam. Jakarta: Lentera Hati.
Dahlan, Aziz, Abdul. 2007. “Filsuf”. Dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam Pemikiran dan Peradaban. Jakarta: PT Ikhtiar Baru Van Hoeve.
Nasution, Harun. 1987. Falsafat dan Mistisime dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang
Sudarsono. 2010. Fisafat Islam. Jakarta: Rineka Cipta.
Madkour, Ibrahim. 2004. Aliran dan Teori Filsafat Islam, terj. Yudian W. Asmin. Jakarta: Bumi Aksar.

Review buku Filsafat Umum Asmoro Achmadi

Identitas buku

Judul Buku : Filsafat Umum
Pengarang : Asmoro Achmadi
Penerbit : PT Rajagrafindo Persada
Tahun Terbit : 2011
Jumlah Halaman : 142 hal.

 Nama : Salma Monica
 NIM : 1703130064
 Prodi : IQT



A. PENDAHULUAN
Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio.
Tujuan studi filsafat adalah mengantarkan seseorang ke dalam dunia filsafat, sehingga minimal dia dapat mengetahui apakah filsafat, maksud dan tujuannya.
Menurut Prof. Dr. Notonagoro, yang dikenal sebagai ilmuwan filsafat Indonesia dan ahli piker filsafat Pancasila, studi filsafat di maksudkan untuk “pendidikan mental”. Pendidikan mental yang dimaksudkan adalah cara atau bentuknmentalitas filsafat yang memuat tujuan umum dan tujuan khusus.
Adapun tujuan umumnya adalah menjadikan manusia yang susila. Pengertian “susila” di sini terdapat daalam ruang lingkup tertentu sesuai dengan tempat dan aturan yang ada. Orang yang susila dipandang sebagai ahli fillsafat, ahli hidup, dan sekaligus sebagai orang yang bijaksana. Karena itu, pada giliran selanjutnya, orang tersebut akan mendapatkan kehidupan yang bahagia.
Sedangkan tujuan khususnya adalah menjadikan manusia yang berilmu. Dalam hal ini, ahli filsafat dipandang sebagai orang yang ahli dalam bidang ilmu pengetahuan (ilmuwan), yang selalu mencari kenyataan kebenaran dari semua problem pokok keilmuwan.
Perbedaan orang yang berfilsafat dengan yang tidak berflsafat terletak pada sikap seseorang terhadap hidupnya. Karena filsafat akan mengajarkan kepada kita tentang kesadaran, kemauan, dan kemampuan manusia sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk individu, makhluk social, dan makhluk Tuhan untuk diaplikasikan dalam hidup, maka yang diperlukan dalam studi filsafat adalah sebagai berikut.
Sikap yang sesuai. Sikap yang dimaksud adalah berusaha untuk mengobjektivikasikan dirinya, serta memandang perlu hal yang dipelajari. Sikap “memandang perlu” ini dapat menimbulkan dampak positif, yaitu adanya keseriusan dan kesatuan kehendak dalam pribadinya.
Kepribadian yang sesuai. Kepribadian yang dimaksud adalah berusaha untuk memperoleh suatu kepribadian yang sesuai. Sehingga sikap yang telah disesuaikan tersebut (yang pertama) akan mempunyai arah tertentu dalam pembentukan kepribadiannya selaras dengan sikap yang telah diperoleh. Berhasil atau tidaknya seseorang dalam memperoleh “kepribadian” tersebut tergantung pada kemauan dan kemampuan untuk memperoleh kepribadian sebagai ahli filsafat, dan melakukan secara terus-menerus.

B. ISI
Bab I merupakan sebuah pengantar yang memberikan penjelasan tentang filsafat umum itu sendiri. Dalam bab ini penulis mengungkapkan pengertian tentang filsafat, dalam buku ini menjelaskan bahwa kata filsafat berasal dari bahasa Yunani filosofia, yang berasal dati kata kerja filsofein yang berarti mencintai kebijaksanaan.  Serta menjelaskan konsep-konsep para filosof tentang filsafat. Seperti Plato yang memberikan istilah dengan dialektika. Kemudian Cicero menyebutkannya sebagai “ibu dari semua seni” (the mother of all the arts). Juga sebagai arts vitae yaitu filsafat sebagai seni kehidupan. Adapun John Dewey sebagai tokoh pragtisme, John Dewey  berpendapat bahwa filsafat haruslah dipandang sebagai suatu pengungkapan mengenai perjuangan manusia secara terus-menerus dalam upaya melakukan penyesuaian berbagai tradisi yang membentuk budi manusia terhadap kecendrungan-kecendrungan ilmiah dan cita-cita politik yang baru dan yang tidak sejalan dengan wewenang yang diakui. Serta dari berbagai konsep diatas masih dapat ditambah lagi hingga berpuluh-puluh definisi (batasan pengertian filsafat). Kenyataannya, dari keragaman batasan pengertian filsafat tersebut melahirkan persoalan tersendiri yang membingunkan, sehingga konsep filsafat itu mempunyai pengertian yang multidimensi.
Kemudian dalam buku filsafat umum ini mengungkapkan filsafat sebagai ilmu yang bergerak dari tidak tahu ke tahu selanjutnya ke hakikat. Untuk mencari/memperoleh pengetahuan hakikat, haruslah dilakukan dengan abstraksi, yaitu suatu perbuatan akal untuk menghilangkan keadaan, sifat-sifat yang secara kebetulan (sifat-sifat yang tidak harus ada/aksidensia), sehingga akhirnya tinggal keadaan/sifat yang harus ada (mutlak) yaitu substansia, maka pengetahuan hakikat dapat diperolehnya.
Objek filsafat menjadi dua, yaitu objek materi dan objek forma. Yang disebut objek materi adalah hal atau bahan yang diselidiki (hal yang jadi sasaran penyelidikan). Sedangkan objek forma adalah sudut pandang (point of view), dari mana hal atau bahan tersebut dipandang.
Ciri-ciri pemikiran filsafat menurut Clarence I. Lewis seorang ahli logika mengatakan bahwa filsafat itu sesungguhnya suatu proses refleksi dari bekerjanya akal.
Selain itu, Asmoro Achmadi juga memaparkan masalah cabang-cabang filsafat yang meliputi metafisika, epistemologi, logika, etika dan sejarah filsafat. Menurut Aristoteles, Metafisiska adalah cabang filsafat teoritis yang membahas masalah hakikat segala sesuatu. Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari soal tentang watak, batas-batas, dan berlakunya ilmu pengetahuan.  Sedangkan etika adalah kajian filsafat tentang nilai, nilai adalah suatu kualitas yang kita berikan kepada sesuatu (objek) sehingga sesuatu itu dianggap bernilai atau tidak bernilai. Tak lupa ia menjelaskan masalah kedudukan ilmu, filsafat, dan agama yang saling berhubungan, serta manfaat mempelajari filsafat itu sendiri. Di akhir pembahasan bab I ia menjelaskan metode-metode filsafat dan sejarah kelahiran filsafat dari masa Yunani sampai abad ke-20.
Pada bab II terdapat pembahasan filsafat Yunani yang terbagi menjadi dua yaitu Yunani kuno dan Yunani klasik. Pada masa Yunani kuno dan para pemikir filsafat Yunani berasal dari Miletos, sebuah kota perantauan Yunani yang terletak di pesisir Asia kecil. Mereka kagum terhadap alam yang penuh nuansa dan ritue dan berusaha mencari jawaban atas apa yang ada di belakang semua misteri itu  dan yang kemudian muncul para filosof seperti Thales, Anaximandros, Pythagoras dan sebagainya dengan berbagai teori mereka masing-masing. Kemudian masa Yunani klasik yang menunjukan perkembangan filsafat yang semakin pesat. Tokohnya seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles.
Pada bab III terdapat pembahasan mengenai filsafat barat abad pertengahan dimana filsafat Eropa merupakan sesuatu yang baru, pohon filsafat masih yang lama (dari Yunani), tetapi tunas yang baru (karena pengaruh agama Kristen) memungkinkan perkembangan dan pertumbuhan yang rindang.  Masa abad pertengahan ini dibagi menjadi tiga masa, yaitu masa patristik (pemimpin gereja), masa skolastik (aliran yang berkaitan dengan sekolah, ilmu pengetahuan atau agama), dan masa peralihan.
Selanjutnya pada bab IV terdapat pembahasan tentang filsafat India, Tiongkok, Islam, dan Indonesia. Filsafat India yang terbagi ke dalam lima zaman, yaitu zaman weda, wiracita, sastra sutra, kemunduran, dan zaman pembaharuan. Filsafat Tiongkok yang terbagi ke dalam dua aliran yang meliputi aliran confusianisme dan aliran taoisme. Sedangkan filsafat Islam terbagi ke dalam tiga aliran yaitu, periode mu’tazilah, periode filsafat pertama, dan periode filsafat kedua. Dan yang terkahir adalah filsafat Indonesia yang memuat lima bentuk filsafat Indonesia yang terkandung dalam sila-sila Pancasila.
Pada bab V terdapat pembahasan filsafat modern. Pada bab ini ia mengungkapkan berbagai aliran pemikiran dalam era filsafat modern. Bermula dari William Ockham (1295-1349), yang mengetengahkan Via Moderna (jalan modern) dan Via Antiqua (jalan kuno). Akibatnya, manusia didewa-dewakan, manusia tidak lagi memusatkan pikirannya kepada Tuhan dan surga. Akibatnya, terjadi perkembangan ilmu pengetahuan secara pesat dan membuahkan sesuatu yang mengagumkan  yang kemudian dilanjutkan dengan era filsafat abad  ke-20 sehingga muncullah aliran-aliran tersebut. aliran-aliran itu seperti rasionalisme, empirisme, kritisisme, idealisme, positivisme, evolusionisme, materialisme, neo-kantianisme, pragmatisme, filsafat hidup, fenomenologi, eksistensialisme, dan neo-thomisme.
Pada bab VI terdapat pembahasan filsafat dewasa ini. Sekarang ini terdapat dua aliran pemikiran filsafat yang mempunyai pengaruh besar, tetapi aliran-aliran ini belum dapat dikatakan sebagai aliran yang membuat sejarah. Hal ini terjadi karena aliran-aliran ini masih dianggap baru. Kedua aliran tersebut adalah filsafat analitis dan filsafat strukturalis.
Terakhir pada bab VII terdapat pembahasan yang menjelaskan aktualisasi filsafat. Dalam hal ini, Paradigma baru belajar filsafat saat ini, ilmu filsafat tidak hanya sekedar mempelajari berbagai pemikiran filsuf, seperti: Plato, Aristoteles, Rene Descartes, Al-Ghazali, hingga Ranggawarsita Pujangga Jawa, tetapi ilmu filsafat memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera, damai, dan selamat dunia akhirat. Aktualisasi filsafat ke terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu aktualisasi filsafat sebagai ilmu, aktualisasi filsafat sebagai cara berpikir, aktualisasi filsafat sebagai pandangan hidup, dan aktualisasi filsafat sebagai pemikiran yang reflektif.

C. PEMBAHASAN
Penjelasan pada buku ini menarik dan sedikit mudah dicerna oleh saya, terlebih ada  catatan kaki pada tiap bab pembahasannya. Buku ini juga tidak terlalu tebal dan ringan, sehingga memudahkan para pembaca untuk membawa buku ini ke mana pun dan lumayan terdapat banyak pembahasan dalam buku ini.
Selain itu, buku ini juga memiliki isi yang tersusun dengan baik. Penulis mulai berbicara pada hal-hal yang sederhana dan mendasar seperti yang pada bab pertama tentang apa itu filsafat, bab dua tentang filsafat Yunani dan seterusnya sudah mulai masuk ke pembahasan sejarah filsafat, mulai dari filsafat yunani, filsafat abad pertengahan, pemikiran filsafat di timur, hingga filsafat modern. Setidaknya beberapa informasi berhasil disusun penulis sebagai bekal untuk memahami apa yang dibicarakan pada bab berikutnya.
Sayangnya sebagai orang awam, saya tidak dapat memberikan pendapat tentang relevansi pokok-pokok ide yang disampaikan penulis terhadap sejarah filsafat itu sendiri. Buku ini sekedar menjadi penambah pengetahuan bagi saya. Memang membaca buku filsafat tidak semudah membaca novel, roman apalagi komik. Dibutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi untuk membaca dan memahami maksud yang disampaikan penulis.
Dilihat dari desain sampulnya, buku ini kurang menarik. Walau pemilihan warna oranye yang mendominasi sampul buku ini dan dengan desain yang mengaplikasikan bentuk huruf kuno semi abstrak yang menguraikan sedikit tentang filsafat sangat erat maknanya dengan filsafat itu sendiri. Karena saya menganggap buku ini sebagai buku yang ditujukan untuk umum, seharusnya desain sampulnya lebih ramai dengan ilustrasi atau gambar latar benda abstrak sekalipun.
Secara keseluruhan, buku ini layak untuk ingin tahu tentang filsafat.

D. KESIMPULAN
Seperti yang kita ketahui, bahwa filsafat merupakan dasar dari segala ilmu pengetahuan, seperti sains dan sebagainya. Dalam hal ini mempelajari filsafat sangat penting agar pemahaman kita terhadap ilmu tidak melenceng.

E. DAFTAR PUSTAKA
Brouwer. et. al. 1986. Sejarah filsafat Modern dan Sezamannya. Alumni. Bandung.
Endang Daruni. et. al. 1982. Filsuf-filsuf Dunia Dalam Gambar. Yogyakarta: Karya Kencana.
The Liang Gie. 1991. Suatu Konsepsi Ke Arah Penertiban Bidang Filsafat. Yogyakarta: Karya Kencana.
Poedjawijatna. 1966. Pembimbing ke Alam Filsafat. Jakarta: PT Pembangunan.
C. I. Lewis. 1929. Mind and the World-Order: Outline of a Theory of Knowledge.
Samuel Smith. 1986. Gagasan-gagasan Besar Tokoh-tokoh dalam Bidang Pendidikan, alih bahasa siapa?, Jakarta: Bumi Aksara.
https://www.google.co.id/amp/s/rifkaputrika.wordpress.com

Kata/kalimat singkat dalam bahasa spanyol

Assalamualaikum…..
Berikut beberapa kata/kalimat dalam bahasa spanyol
(Cuma sedikit aja yahh)

Te amo : aku cinta kamu
Te odio : aku benci kamu
Necesito tiempo : aku butuh waktu
Aqui estoy yo : aku disini
Tu ahi : kau disana
Buenas noches : selamat malam
Hola a todos : hai semua
Tengo hambre : aku lapar
No te olvidar : jangan lupa
Quiero ir la casa : aku ingin pulang ke rumah
Mi amor : cintaku
Como te llamas : siapa namamu
Me llamo : namaku
Como estas : apa kabar
Bien : baik
Y tu : dan kamu
Yo y tu : aku dan kamu
Juntos : bersama
Te amor por siempre : aku mencintaimu selalu
El / ella y yo : dia (laki2/perempuan) dan aku
No es amor : ini bukan cinta
Tu eres mi vida : kau adalah hidupku
Quedate conmigo : tetaplah bersamaku
Llevame contigo : bawa aku bersamamu
Buena suerte : semoga sukses
Hasta luego : sampai jumpa

**perhatian
Qu dibaca K, contohnya seperti Aqui (aki), Quedate (kedate)
Ll (L double) dibaca Y, contohnya llevame (yevame), lluvia (yuvia)
H tidak dibaca ,contohnya hola (Ola), hay ( ay)
J  dibaca H, contohnya juntos (huntos), jamas (hamas)

Sekian jika ada kesalahan, mungkin ilmu saya masih kurang dalam bahasa ini.
Ayo silahkan komen, bagaimana menurut kalian membaca postingan ini..wkwkwkk

Belajar bahasa spanyol lewat lirik lagu Quédate

Henry Santos
Quédate
Tetaplah

Como una gota de agua en el desierto
Seperti setetes air dipadang pasir

Como un reloj cuando no existe el tiempo
Seperti jam saat tidak ada waktu
Y las metas de nosotros
Dan tujuan kita
Se pierden en el intento
Hilang dalam usaha

Como un sueño sin un pensamiento
Seperti mimpi tanpa pikiran
Una lagrima sin sentimiento
Air mata tanpa perasaan
Como un cuento de hadas sin duendes
Seperti dongeng tanpa goblin
Sin magia y deseos
Tanpa sihir dan keinginan

Quédate (Quédate)
Tetaplah
Porque sin ti hasta la verdad no es cierto
Karena tanpamu sejujurnya tidak benar
Porque sin ti la realidad es mentira
Karena tanpa mu kenyataan itu bohong
Y mi alma no camina, stay with me
Dan jiwaku tidak berjalan, tetaplah bersamaku
Quédate (Quédate)
Tetap
Sin ti esta canción es un silencio
Tanpamu lagu ini adalah keheningan
Sin ti la melodía es nula
Tanpa mu melodi adalah null
Y mi alma se desnuda, stay with me
Dan jiwaku telanjang, tetaplah bersamaku

Quédate
Tetaplah
Seamos prueba de un amor eterno
Jadilah bukti cinta abadi
Que no haya acuerdo que destruya
Bahwa tidak ada keseoakatan untuk menghancurkan
Esta inmensa locura stay with me
Kegilaan yang luar biasa ini tetaplah bersamaku
Quédate conmigo
Tetaplah bersamaku
En mis noches
Dalam malamku

Y nuestra historia sería una foto
Dan cerita kita kita akan menjadi foto
De memorias y recuerdos rotos
Kenangan dan kenangan yang terputus
Mi alma triste se quedaría
Jiwa sedihku akan tetap tinggal
Dejando mi cuerpo.
Meninggalkan tubuhku

[ De: https://www.dicelacancion.com/letra/henry-santos/quedate ]
Dime ¿Que hago al fin para que te quedes?
Beritahu aku, apa yang harus aku lakukan pada akhirnya untuk membuat mu tetap tinggal?

Y no les des la espalda a nuestro futuro
Dan jangan berpaling dari masa depan kita
Las peores decisiones se toman
Keputusan terburuk di buat
Cuando nace el disgusto
Saat ketidaknyamanan lahir

Ay Quédate
Tetaplah
Porque sin ti hasta la verdad no es cierto
Karena tanpamu sejujurnya tidak benar
Porque sin ti la realidad es mentira
Karena tanpamu kenyataan itu bohong
Y mi alma no camina, stay with me
Dan jiwaku tidak berjalan, tetaplah bersamaku
Quédate
Tetaplah
Sin ti esta canción es un silencio
Tanpamu lagu ini adalah keheningan
Sin ti la melodía es nula
Tanpamu melodi adalah null
Y mi alma se desnuda, stay with me
Dan jiwaku telanjang, tetaplah bersamaku

Quédate
Seamos prueba de un amor eterno
Jadiah bukti cinta abadi
Que no haya acuerdo que destruya
Bahwa tidak ada kesepakatan untuk menghancurkan
Esta inmensa locura stay with me
Kegilaan yang luar biasa ini, tetaplah bersamaku
Quédate conmigo
Tetaplah bersamaku
En mis noches
Dalam malamku
Quédate, te lo pido yo, Henry
Tetaplah, aku bertanya padamu, Henry
Quédate
Tetaplah
Porque sin ti hasta la verdad no es cierto
Karena tanpamu sejujurnya tidak benar
Porque sin ti la realidad es mentira
Karena tanpamu kenyataan itu bohong
Y mi alma no camina, stay with me
Dan jiwaku tidak berjalan, tetaplah bersamaku
Quédate
Tetaplah
Sin ti esta canción es un silencio
Tanpamu lagu ini adalah keheningan
Sin ti la melodía es nula
Tanpamu melodi adalah null
Y mi alma se desnuda, stay with me
Dan jiwaku telanjang
Quédate conmigo
Tetaplah bersamaku
En mis noches
Dalam malamku